 |
 |
 |
| |
MASUK KE SISTEM
Belum memiliki akun? Silahkan Anda untuk membuat akun baru.
Dengan memiliki akun, Anda dapat merubah konfigurasi, mengirim pesan, dsb.
Sudah memiliki akun namun Lupa Kata Sandi? |
|
 |
 |
 |
|  |
 |
|
 |
| |
Pesan Pastoral Minggu, 7 Februari 2010
"Berjalan Bersama Allah"
Kejadian 26 : 3 ; Ulangan 31 : 8
Margaret Fishback, seorang guru Sekolah Dasar Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada, mengarang sajak yang berjudul "footprints". sajak ini begitu menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Ringkasan sajak itu adalah: Pada suatu malam, ia bermimpi berjalan bersama Tuhan. Di setiap jalan kehidupan yang ia lalui, ia melihat 2 pasang jejak kaki di pasir. Sepasang adalah jejaknya dan sepasang yang lain adalah jejak kaki Tuhan. Suatu saat, ia mendapati hanya satu pasang jejak kaki. Saat itu adalah saat-saat tersulit dan menyedihkan dalam hidupnya. Maka ia bertanya kepada Tuhan: "Tuhan, Engkau berjanji akan berjalan bersama aku sepanjang jalan hidupku. Namun ternyata, pada masa yang sulit, justru hanya ada sepasang jejak kaki. Aku tidak mengerti, mengapa di saat aku membutuhkan Engkau, Engkau meninggalkan aku?" Sesaat kemudian, Tuhan berbisik: "Anak-Ku yang Kukasihi. Aku mencintaimu dan tidak pernah meninggalkanmu, bahkan di saat tersulit dan penuh bahaya dalam hidupmu. Ketika kamu melihat hanya ada satu apsang jejak kaki, itu adalah jejak kaki-Ku. Ketika itu, Aku mengangkat/menggendengmu." Melalui sajak itu, kita bisa menimba pelajaran iman tentang makna berjalan bersama Allah. Dalam teks Perjanjian Lama, "berjalan bersama Allah (bhs. Ibrani: Halakh)" mengandung 3 pengertian yaitu: 1. Berserah pada proteksi dan penyertaan AllahTidak bisa dipungkiri, bahwa manusia itu rapuh, rentan, dan rusak, baik jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, mereka harus berserah pada perlindungan dan penyertaan Allah. Ini tidak mudah, karena manusia memiliki kecenderungan lebih mengandalkan pikirannya dibandingkan dengan kerelaannya untuk berserah kepada Allah. Sebagai contoh adalah Ishak. Ketika menghadapi bencana kelaparan, ia lebih mengutamakan akal pikirannya, yaitu akan mencari tempat yang berlimpah makanan. Tetapi hal itu tidak sesuai dengan keinginan Tuhan. Akhirnya, ia bergumul dan mengurungkan niatnya, lalu memutuskan untuk berserah kepada perlindungan dan penyertaan Tuhan. Ketika hidup kita berada dalam situasi yang paling sulit, kita pun harus tetap berlindung pada Allah dan percaya pada penyertaan-Nya yang sempurna.
2. Mengikuti pimpinan AllahBerjalan bersama Allah artinya menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Allah. Bukan kita yang memutuskan agar Allah bertindak sesuatu bagi kita, tetapi kitalah yang harus melakukan apa yang Allah perintahkan. Saat Yosua memimpin orang Israel, ia senantiasa tunduk pada pimpinan Tuhan. Dan Tuhan pun memampukan Yosua merebut tanah Kanaan. Dalam Mazmur 23, pemazmur menempatkan dirinya sebagai domba dan Tuhan sebagai gembala. Mengapa domba? Domba mempunyai kelemahan, yakni mudah tersesat. Dalam budaya Israel, gembala selalu berjalan di depan domba dan memimpin domba-dombanya supaya tidak tersesat. Tuhan adalah Gembala dan kita adalah domba-domba-Nya. Maka kita harus mengikuti pimpinan-Nya, sebab pimpinan-Nya tidak pernah salah.
3. Tujuannya ada di tangan AllahKita harus memahami bahwa tujuan perjalanan hidup kita ada di tangan-Nya. Yosua menyadari hal ini, sehingga ia menyerahkan tujuan hidupnya kepada Tuhan (Ul. 31 : 8). Allah memilih Yosua untuk meneruskan kepemimpinan Musa agar memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan. Dan Tuhan mengembangka kehidupan Yosua, sehingga ia dapat menjadi pemimpin dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Tetaplah setia berjalan bersama Tuhan ! Percayalah, bahwa perlindungan, penyeretaan, pimpinan dan arahan-Nya pada kita tidak akan pernah gagal! Dengan demikian, kita pun dapat mencapai "Kanaan" kita dalam kehidupan ini. Tuhan memberkati.
Copyright © oleh Gereja Isa Almasih Jemaat Lengkong Besar All Right Reserved. Tampilkan di: 2010-02-05 (63 kali dibaca) [ Kembali ] |
|
 |
|
 |
|